MATERI SISTEM PENCERNAAN PADA MANUSIA

SISTEM PENCERNAAN

 

1. Struktur, Organ , Fungsi dan Kelenjar Pencernaan

Organ yang terlibat pada sistem pencernaan meliputi : mulut, farings, esofagus, lambung/gastrik, usus halus, usus besar, dan rektum atau anus. Organ pelengkapnya adalah : gigi, lidah, kelenjar ludah, hati dan pankreas.

A. Mulut

 

 

Merupakan rongga permulaan saluran pencernaan yang berhubungan dengan  bibir, pipi, palatum dan lidah. Mulut terdiri dari 2 bagian yaitu : bagian luar, vestibula dan bagian  dalam rongga mulut yang dibatasi sisinya oleh tulang maksilatis dan gigi serta bagian belakang yang bersambung dengan faring. Fungsinya adalah untuk menahan abrasi,  mulut dilapisi lapisan epitelium, gusi, palatum keras dan dorsum lidah yang sedikit mengandung keratin.

Dalam rongga mulut terdapat Palatum (langit-langit) yang merupakan atap dari rongga mulut. Palatum terbagian menjadi dua bagian yaitu Palatum keras yang tersusun atas tajuk palatum dari seb depan tulang maksilaris dan lebih ke belakang terdiri atas 2 tulang palatum dan berefungsi membantu lidah untuk mengunyah. bagian yang kedua adalah Palatum lunak yang merupakan lipatan menggantung, dapat bergerak berubah oleh otot skeleton. bagian ini terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lender dan di tengahnya menggantung keluar prosesus berbentuk kerucut yang disebut uvula. Lengkung palatoglossal dan palatopharyngeal membentuk batas pada fauces.

Di dalam mulut, terdapat organ pelengkap dari sistem pencernaan yaitu gigi,lidah dan kelenjar ludah.

1. Gigi

 

Dikelompokkan berdasarkan bentuk dan fungsi yaitu gigi seri/insisivus yang berfungsi memotong, gigi taring/kanina untuk merobek dan Premolar dan molar untuk menggiling,menghancurkan. Terdiri dari 2 kelompok gigi sementara/susu dan gigi tetap. Gigi pada anak disebut gigi susu berjumlah 20 buah, sedangkan gigi dewasa berjumlah 32 buah. Berikut adalah rumus susunan gigi manusia. Namun susunan ini dibedakan pada anak-anak dan orang dewasa. Gigi anak-anak disebut gigi susu, sedangkan gigi dewasa disebut gigi permanen. Berikut ini adalah rumus struktur gigi tersebut:

RUMUS GIGI SUSU:

G-2 T-1 S-2 // S-2 T-1 G-2

RUMUS GIGI PERMANEN:

GD- 3 G-2 T-1 S-2 // S-2 T-1 G-2 GD-3

Keterangan:

G= Geraham depan S = gigi seri

T = Gigi Taring GD = Geraham dewasa

Gigi sementara (20 gigi), tiap rahang terdapat :

  1. 4 gigi seri/insisivus
  2. 2 gigi taring/kanina
  3. 4 gigi geraham/molar

Gigi tetap (32 gigi), tiap rahang terdapat :

  1. 4 gigi seri/insisivus
  2. 2 gigi taring/kanina
  3. 4 gigi geraham depan/premolar
  4. 6 gigi geraham belakang/mola

Struktur gigi

Terdiri dari 2 bagiam utama : mahkota dan akar

  1. Leher , penghubung mahkota dan akar
  2. Email, bahan rapuh terdiri dari kristal garam Ca dan hidarioksiapatit, melapisi mahkota
  3. Selaput periodontal, melekatkan gigi pada alveolus rahang, membentuk sambungan fibrosa yang disebut gomphosis
  4. Sulcus gingivalis, lubang tempat gingiva/gusi berbatasan dengan gigi
  5. Sementum, jaringan penghubung berkalsium yang berfungsi untuk menyelimuti akar gigi
  6. Pulpa, jaringan penghubung, pembuluh darah dan saraf
  7. Dentin –bahan menyerupai tulang, di bawah enamel, yang membentuk ruah gigi.

 

2. Lidah

 

Lidah tersusun atas otot lurik yang diselubungi oleh selaput mukosa, pada lidah terdapat papila-papila (tonjolan) yang merupakan indaria pengecap. Lidah berfungsi untuk membantu mencampur makanan dengan ludah (saliva) dan mendorong makanan masuk ke eesofagus. Lidah memiliki tonjolan-tonjolan yang disebut papila. Papila ada 3 macam, yaitu :

  1. Papilla Filiformis : berbentuk benang-benang halus, terletak 2/3 dari permukaan lidah
  2. Papilla Fungiformis : berbentuk seperti jamur, terletak pada sisi lidah dan ujung lidah
  3. Papilla Circum valata : berbentuk bundar, terletak  menyusun seperti huruf V terbalik di belakang lidah.

Di dalam 1 Papilla terdapat banyak puting pengecap. Puting pengecap tersusun oleh sel-sel penyokong dan sel-sel kecap (reseptor).

a)        Manis (Ujung lidah)

b)        Asin (Samping belakang lidah)

c)        Asam (Samping depan Lidah)

d)       Pahit (Belakang lidah)

 

 

 

3. Kelenjar Ludah

 

Kelenjar ludah berfungsi untuk mensekresi saliva/ludah. Di dalam rongga mulut terdapat 3 kelenjar ludah. Ketiga kelenjar ludah tersebut menghasilkan ludah setiap harinya sekitar 1 sampai 2,5 liter ludah. Kandungan ludah pada manusia adalah : air, mucus, enzim amilase, dan zat antibakteri. Fungsi ludah adalah melumasi rongga mulut serta mencerna karbohidariat menjadi disakarida. Kelenjar tersebut antara lain :

  1. Kelenjar parotis, merupakan kelenjar terbesar yang terletak di sebelah kiri dan kanan, anterior agak ke bawah telinga. Sekret keluar melalui saluran parotis atau Stensen ke vesti melintas arteri karotis eksterna dan saraf cranial.
  2. Kelenjar submandibularis, terletak di bawah kedua sisi tulang rahang. Sekret keluar melalui saluran submandibularis/Wharton, yang bermuara di dasar mulut dekat frenulum lingualis.
  3. Kelenjar sublingualis, merupakan kelenjar terkecil, anterior terhadap submadibularis yang terletak di bawah lidah, di kanan dan kiri frenulum lingualis dan sekret dikeluarkan melalui beberapa  (10-12) muara kecil.

 

B. Faring

Faring merupakan percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofaring) pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofaring) pada bagian belakang. Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring berbentuk seperti tabung corong, terletak di belakang rongga hidung dan mulut, dan tersusun dari otot rangka.

 

C. Esofagus

 

 

 

Esofagus merupakan tabung muskular dari laringofaring ke orifisium kardiak lambung terletak di belakang trakhea dan di depan tulang punggung dan memiliki panjang 20-25 cm. Dinding terdiri dari 4 lapis yaitu lapisan jaringan ikat yang renggang, lapisan otot yang terdiri dari 2 lapis serabut otot (sirkular dan longitudinal), 1 buah lap submukosa dan paling dalam –selaput lendir/mukosa. Proses menelan dilakukan setelah mengunyah yang terdiri darigerakan membentuk makanan bolus dengan bantuan lidah dan pipi , kemudian pada faring palatum lunak naik-turun menutup nares posterior otot konstriktor faring dan mendorong makanan ke esofagus.  Makanan masuk ke esofagus dengan kerja peristaltic. Gerak peristaltic adalah gerak meremas-remas dan bergelombang yang tidak disadari sehingga makanan terdorong ke bagian lambung. Zat makanan dalam esofagus tidak mengalami proses pencernaan.

 

D. Lambung

 

 

Lambung adalah kelanjutan dari esofagus, berbentuk seperti kantung. Lambung dapat menampung makanan 1 liter hingga mencapai 2 liter. Dinding lambung disusun oleh otot-otot polos yang berfungsi menggerus makanan secara mekanik melalui kontraksi otot-otot tersebut. Ada 3 jenis otot polos yang menyusun lambung, yaitu otot memanjang, otot melingkar, dan otot menyerong. Terletak di daerah epigastrik dan sebagian di sebelah kiri daerah hipokondariiak dan umbilical. Berhubungan dengan esofagus melalui orifisium kardiak, dan dengan duodenum melalui orifisium pilorik. Terdiri dari bagiam atas : fundus, batang utama dan bagian bawah yang horisontal : antrum pilorik. Lapisan lambung terdiri atas Lap peritoneal luar : serosa, lapisan berotot : serabut longitudinal, serabut sirkular (membentuk otot sfingter), serabut oblik/oblique), Lapisan submukosa : pembuluh darah dan saluran limfe. Lapisan mukosa : terdapat rugae/kerutan.

Makanan yang masuk ke dalam lambung akan menyentuh dinding lambung dan akan mengeluarkan hormone gastrin. Hormon gastrine terbawa aliran darah dan merangsang dinding lambung untuk menghasilkan asam lambung (HCL). HCl berfungsi mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin dan mengaktifkan prorenin menjadi rennin. Renin disini akan berfungsi mengendapkan protein pada susu (kasein) dari air susu (ASI) dan hanya dimiliki oleh bayi. Pada lambung juga dihasilkan senyawa kimia enzim lipase yang berfungsi memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Namun pada lambung lipase yang dihasilkan sangat sedikit.

 

HCL juga berfungsi bagian disinfektan, serta merangsang pengeluaran hormon sekretin dan kolesistokinin pada usus halus. Di dalam lambung, dihasilkan ion-ion anorganik seperti Na, Mg, K, fosfat, dan sulfat. Ketika proses pencernaan terjadi di lambung, otot-otot lambung berkontraksi, mencampurm dan mengaduk makanan dengan getah lambung, Secara bertahap makanan akan memadat menjadi suatu massa setengah cair (bubur) yang disebut kim.

Makanan dari lambung yang telah mengalami pencernaan, sedikit demi sedikit turun menuju usus halus, Turunnya makanan disebabkan oleh gerak peristaltic dari segmental otot-otot dinding lambung. Hasil penggerusan makanan di lambung secara mekanik dan kimiawi akan menjadikan makanan menjadi bubur yang disebut bubur kim.

 

E. Usus Halus

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Usus halus terdiri atas tiga bagian yakni duoedenum (usus 12 jari), jejunum, ileum. Usus halus ememiliki panjang 5,5 – 8 m, dimana panjang duoedenum kurang lebih 25 cm, jejunum 7 m, dan ileum kurang lebih 1 m. Usus 12 jari merupakan muara saluran yang berasal dari hati yaki duktus koleodokus dan yang berasal pancreas yakni duktus pankreatikus. Dinding usus halus tersusun atas lapisan serosa, muskularis mukosa,submukosa, dan mukosa. Selan itu pada usus terdapat otot longitudinal, otot sirkuler, pembuluh darah, dan pleksus saraf. Usus halus bertugas menyerap nutrisi makanan yang telah diuraikan pleh getah lambung dan pancreas. Untuk melakukan tugas ini daerah permukaan di dalam usus halus diperluas dengan membentuk lipatan yang disebut jonjot. Dinding jonjot usus halus tertutup oleh sel tiang. Kira-kira terdapat 500 sel tiang pada seiap jonjot. Dinding jonjot usus halus juga mengandung sel yang dapat mengeluarkan mucus.

Permukaan jonjot ditutupi oleh sel epithelium silindariis yang menyerap zat makanan. Salah satu macam sel ini disebut sel tiang, yang dibungkusoleh miliaran mikrovili (jonjot kecil). Enzim pada mikrovili akan menghancurkan makanan menjadi partikel yang cukup kecil untuk diserap. Kumpulan jonjot yang mirip jari itu menututpi dinding usus halus. Di dalam setiap jonjot, terdapat pembuluh darah halus dan saluran limfa (pembuluh kil) yang menyerap zat makanan dari pemukaan jonjot. Vena mengambil glukosa, asam amino dan mineral, semnetara asam lemak dan gliserol masuk ke pembuluh limfa.

Ruang antara mikrovili pada usus halus begitu kecil sehingga zat makanan yang sampai di sana masih terlalu besar untuk diserap. Untuk mengatasi hal ini, permukaan mikrovili mempunyai zat kimia yang disebut enzim pencernaan akhir. Enzim ini mengyraikan zat makanan hingga mencapai ukuran yang dapat dicerna.

Enzim pencernaan akhir hanya cocok dengan satu jenis zat makanan. Jika enzim bersentuhan dengan jenis zat makanan yang tidak cocok, tidak akan terjasi apa pun. Dan apabila bertemu dengan zat makanan yang cocok, enzim itu akan dengan cepat menghancutkannya untuk memudahkan pencernaan. Setelah dipecah oleh enzim akhir pencernaan, zat makanan dengan cepat diserap oleh protein yang berada di dekatnya. Zat makanan dapat menembus hanya dalam satu arah.

Di dalam usus halus terjadi penyerapan zat makanan. Pencernaan pada usus halus dilakukan oleh enzim-enzim yang fungsinya dirangsang oleh hormone sekretin. Hormon-hormon yang merangsang fungsi pancreas, hati, kantung empedu, dan dinding usus halus dihasilkan oleh tunika mukosa duodenum atau usus 12 jari. Enzim yang ada di usus halus antara lain :

  1. Enterokinase, berfungsi mengaktifkan tripsinogen yang dihasilkan pancreas menjadi tripsin.
  2. Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa
  3. Erepsin, berfungsi mengubah dipeptida atau peptin menjadi asam amino
  4. Maltase, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
  5. Disakarase, berfungsi mengubah disakarida menjadi monosakarida
  6. Nukleotidase, berfungsi mengubah nukleotida menjadi nukleosida dan fosfat
  7. Nukleosidase, berfungsi mencega nukleosida menjadi basa nitrogen (golongan adenine dan timin) serta gula deoksiribosa
  8. Peptidase, berfungsi mengubah polipeptida menjadi asam amino
  9. Sukrose, berfungsi mencerna glukosa dan fruktosa
  10. Lipase, berfungsi mengubah monogliserarida menjadi gliserol dan asam lemak.

Setelah tahap pencernaan dalam usus halus, terjadi penyerapan sari makanan. Penyerapan paling tinggi terjadi pada jejunum dan ileum.Vitamin, mineral, dan air tidak mengalami pencernaan, tetapi langsung diserap oleh dinidng usus halus. Sari makanan berupa glukosa, asam amino, asam lemak, gliserol, vitamin, air, dan mineral akan diangkut oleh plasma darah dalam vena porta hepatis menuju hati.

 

  1. Hati (Hepar)

 

Hati atau hepar terdiri atas atiga lobus. Setiap lobus ,memiliki saluran untuk mengangkut cairan empedu,yakni udktus hepatikus. Sari-sari makanan yang diserap oleh usus halus akan melewati hati terlebih dahulu. Pada hati terdapat kantung empedu (vesika fela) yang mempunyai saluran yang dinamakan duktus sistikus. Duktus hepatikus dan duktus sistikus bermuara pada saluran besar yang dinamakan duktus koleodosus.

Fungsi empedu adalah menyederhanakan molekul lemak atau mengemulsikan lemak, bertindak sebagai penyedia larutan penyangga, membantu penyerapan vitamin K, dan memberi warna pada feses. Fungsi hati yang lain, yakni menghancurkan eritrosit yang sudah rusak, menyimpan glikogen sebagai cadangan makanan, dan pada embrio membentuk eritrosit. Pengeluaran cairan empedu dipengaruhi oleh kolesitokinin. Aktivitas pembentukan cairan empedu dalam hati dirangsang oleh hormone hepatokinin.

 

  1. Pankreas

 

Pankreas merupakan kelenjar yang bersifat endokrin dan esokrin. Bersifat endokrin karena dari pulau Langerhnas dihasilkan hormone insulin dan hormone glucagon yang akan dimasukkan hormone insulin dan hormone glucagon yang akan dimasukkan ke darah. Bersifat esokrin karena menghasilkan enzim pencernaan. Keluarnya enzim dari pancreas karena dipengaruhi oleh hormone pankreozimin. Pankreas menghasilkan enzim pencernaan bagian berikut :

  1. Tripsinogen, diaktifkan oleh enzim enterokinase menjadi teripsin. Senyawa protein diubah menjadi tripsun menjadi dipeptida
  2. Kimotripsinogen, diaktifkan oleh tripsin menjadi kimotripsin yang berfungsi membantu tripsin.
  3. Peptidase, berperan mengubah senyawa peptide menjadi asam amino.
  4. Lipase, berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  5. Amilase, berfungsi mengubah amilum menjadi maltose.
  6. Nuklease, berfungsi memecah asam nukleat menjadi nukleotida
  7. NaHCO3 atau KHCO3 atau ion bikarbonat berfungsi menetralkan suasana asam yang berasal dari lambung.

 

F. Usus Besar

 

 

Panjang usus besar (kolon dan rectum) 1.500 cm, yang terdiri dari sekum, kolon asenden, kolon tranversum, kolon desenden, kolon sigmoid dan rektum. Dinding usus besar mempunyai tiga lapis yaitu lapisan mukosa (bagian dalam), yang berfungsi untuk mencernakan dan absorpsi makanan, lapisan muskularis (bagiaan tengah) yang berfungsi untuk menolak makanan ke bagian bawah, dan lapisan serosa (bagian luar), bagian ini sangat licin sehingga dinding usus tidak berlengketan satu sama lain di dalam rongga abdomen.

Berbeda dengan mukosa usus halus, pada mukosa kolon tidak dijumpai villi dan kelenjar biasanya lurus-lurus dan teratur. Epitel yang membatasi adalah toraks dan mempunyai daerah kutikula tipis Permukaan mukosa terdiri dari pelapis epitel tipe absortif (kolumnar) diselang seling sel goblet. Pelapis epitel kripta terdiri dari sel goblet. Pada lamina propria secara sporadik terdapat nodul jaringan limfoid. Sel berfungsi mengabsorpsi air, lebih dominan pada kolon bagian proksimal (asendens dan tranversum), sedangkan sel goblet lebih banyak dijumpai pada kolon desenden. Lamina propria lebih seluler (sel plasma, limfosit dan eosinofil) pada bagian proksimal dibanding dengan distal dan rektum. Pada bagian distal kolon, sel plasma hanya ada dibawah epitel permukaan. Sel paneth bisa ditemukan pada sekum dan kolon asenden. Pada anus terdapat sfingter anal internal (otot polos) dan sfingter anal eksternal (otot rangka) yang mengitari anus.

Lapisan otot longitudinal usus besar tidak sempurna, tetapi terkumpul dalam tiga pita yang disebut sebagian taenia koli. Panjang taenia lebih pendek daripaa usus, sehingga usus tertarik dan berkerut mebentuk kanting-kanting kecil yang disebut haustra. Apendises epiploika adalah kantong-kantong kecil peritonium yang berisi lemak dan melekat sepanjag taenia.

Usus besar secara klinis di bagian menjadi belahan kiri dan kanan berdasarkan pada suplai darah yang diterima. Arteria mesentrika superior memperdarahi belahan kanan (sekum, kolon asenden, dan dua pertiga proksimal kolon tranversum), dan arteria mesentrika inferior mendarahi bagian kiri (sepertiga distal kolon tranversum, kolon desenden, kolon sigmoid, dan bagian proksimal rektum). Suplai darah tambahan ke rektum berasal dari arteri hemoroidalis media an inferior yang dicabangkan dari arteria iliaka interna dan aorta abdominalis.

Persarafan usus besar dilakukan oleh sistem saraf otonom dngan pengecualian sfingter eksterna yang bersda dalam pengendalian volunter. Serabut parasimpatis bejalan melalui saraf vagus ke bagian tengah kolon tranversum, dan saraf pelvikus yang berasal dari daerah sakra menyuplai bagian distal. Serabut simpatis meninggalkan medula spinalis melalui saraf splangnikus. Serabut saraf ini bersinaps dalam ganglia seliaka dan aortikorenalis, kemudian serabut pasca ganglionik menuju kolon. Rangsangan simpatis menghambat sekresi dan kontraksi, serta merangsang sfingter rektum. Rangsangan parasimpatis mempunyai efek yang berlawanan.

Sisa makanan yang berupa ampas akan diteruskan ke usus besar (instentium crasum) yang terdiri atas kolon asenden, kolon transversum, kolon desenden, rektum, dan anus. Antara intestinum tennue dan intestium crasum terdapat usus buntu atau sekum. Sisa makanan berada pada usus besar selama satu sampai dengan empat hari. Pada usus besar, terjadi penyerapan sebagian kecil air, yakni pada kolon asenden. Proses pembusukan dibantu oleh bakteri Escherichia coli yang juga bersimbiosis dengan manusia karena mampu membentuk vitamin K dan vitamin B12.

Sisa makanan yang telah mengalami pembusukkan akan menjadi feses atau tinja. Feses atau tinja terdiri atas bahan makanan sisa atau makanan yang tidak sempat dicernakan, bakteri yang sudah mati, serta gas berupa NH3 dan H2S. Selain itu, feses juga mengandung sel-sel epitel khusus yang mengelupas dan pigmen empedu yang berwarna kuning coklat. Feses akan keluar dari usus melalui anus yang dinamakan defekasi.

 

G. Rektum/Anus

 

 

Merupakan lubang tempat pembuangan feses dari tubuh. Sebelum dibuang lewat anus, feses ditampung terlebih dahulu pada bagian rectum. Apabila feses sudah siap dibuang maka otot spinkter rectum mengatur pembukaan dan penutupan anus. Otot spinkter yang menyusun rektum ada 2, yaitu otot polos dan otot lurik. Rectum adalah sebuah ruangan yang berawal dari ujung usus besar dan berakhir di anus. Biasanya rectum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada colon desendens. Jika colon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rectum, maka timbul keinginan untuk buang air besar. Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang penting untuk menunda pengeluaran feses.

 

Gambar Organ Pencernaan Keseluruhan

 

 

Enzim dalam tubuh manusia

 

Enzim menjadi unsur yang terpenting bagian tubuh dalam berproses. Sebenarnya kita perlu mengenal tentang fungsi enzim bagian tubuh kita. Tubuh manusia merupakan satu kesatuan yang sangat rinci dan begitu kompleks. Terdiri dari beberapa sistem yang padat sehingga menjadikan manusia bisa melakukan akitifitas. Tubuh manusia juga akan mengalami bagian reaksi kimia yang masih alamiah. Prosesnya biasanya berlangsung dengan cepat dan teratur, setiap harinya manusia akan menerima asupan makanan dan minuman bagian penunjang hidup. Namun tahukah anda, jika enzim merupakan bagian terpenting yang bisa membuat metabolisme tubuh menjadi lancar. Enzim akan terus berproses dengan menerima dan menghasilkan sesuatu bagian tubuh. Fungsi enzim bagian katalis atau senyawa yang bisa mempercepat terjadinya proses reaksi tanpa dirinya sendiri habis karena proses reaksi. Zat penting ini untuk melepaskan molekul uap air dalam tubuh, pelepasan unsur dan zat kimiawi lainnya, melepaskan molekul-molekul, gugus amin serta banyak lagi. Semua itu bertujuan untuk memperlancar proses pencernaan serta metabolisme pada tubuh. Enzim bisa mengolah zat-zat baru yang masuk kedalam tubuh sehingga ada proses lainnya yang berubah. Misal pada gula, dengan enzim maka rasa manis pun dapat terasa. Enzim yang berfungsi bagian penghancur makanan ketika sedang mengunyahnya didalam mulut. Seluruh kinerja organ tubuh dibantu oleh adanya enzim.

 

2. Mekanisme Pencernaan

Sistem pencernaan dirancang bagian sistem pembongkaran. Tujuannya adalah untuk memecah potongan makanan yang besar menjadi lebih kecil yang dapat dibawa oleh sistem peredaran darah dan didistribusikan ke sel. Langkah pertama dalam proses ini adalah proses mekanik.

Hal ini penting untuk menggiling partikel besar menjadi potongan-potongan kecil dengan mengunyah untuk meningkatkan luas permukaan dan memungkinkan untuk reaksi kimia yang lebih efisien. Hal ini juga penting untuk menambahkan air ke makanan, yang selanjutnya partikel disebarkan dan menyediakan lingkungan berair yang diperlukan untuk reaksi-reaksi kimia. Bahan juga harus dicampur, sehingga semua molekul yang diperlukan untuk berinteraksi dengan satu sama lain memiliki kesempatan yang baik untuk melakukannya. Mulut dan perut adalah daerah tubuh utama yang terlibat dalam pemotongan dan penggilingan makanan untuk meningkatkan luas permukaannya. Campuran berair yang ditambahkan ke makanan                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                  dalam mulut dikenal bagian air liur, dan tiga pasang kelenjar yang menghasilkan air liur yang dikenal bagian kelenjar ludah. Air liur mengandung enzim amilase, yang memulai pencernaan kimia untuk pati. Air liur juga melumasi mulut dan membantu untuk mengikat makanan sebelum proses menelan (hal: 591).

Setelah makanan tersebut dikunyah, lalu tertelan dan melewati kerongkongan kemudian ke perut. Proses menelan melibatkan serangkaian peristiwa yang kompleks. Pertama, bola makanan, yang dikenal bagian bolus, dibentuk oleh lidah dan berpindah ke bagian belakang rongga mulut. Hal ini merangsang dinding tenggorokan, yang dikenal bagian faring. Ujung saraf pada lapisan faring ini dirangsang, menyebabkan kontraksi refleks dinding kerongkongan, yang kemudian mengangkut bolus ke lambung. Karena makanan dan udara melewati faring, ini penting untuk mencegah bolus tidak masuk ke paru-paru.

Selama proses menelan, laring ditarik ke atas. Hal ini disebabkan flap dari jaringan yang disebut epiglotis untuk menutupi pembukaan ke trakea dan mencegah makanan masuk ke  trakea. Di perut, terdapat cairan tambahan, yang disebut cairan gastic, yang ditambahkan ke makanan. cairan lambung mengandung enzim dan asam hydrocloric. Enzim utama dari lambung adalah pepsin, yang mencerna secara kimiawi dari protein. PH cairan lambung ini sangat rendah, umumnya sekitar pH 2. Pencampuran seluruh makanan halus tadi dilakukan oleh kontraksi dari tiga lapisan otot dinding perut. Aktivitas penggabungan atau pencampuran dilakukan oleh enzimati, dan penguraian kimiawi oleh asam hydrocloric, dan pengolahan mekanik dilakukan dari gerakan otot dalam cairan yang menghancurkan makanan dan campuran itu disebut kim. Kim  yang menghancurkan makanan akhirnya meninggalkan lambung melalui katup yang dikenal bagian sfingter pilorus dan kemudian memasuki usus kecil.

Bagian pertama dari usus kecil dikenal bagian duodenum. Selain memproduksi enzim, duodenum mengeluarkan beberapa jenis hormon yang mengatur pelepasan makanan dari lambung dan pelepasan sekresi dari pankreas dan hati. Pankreas menghasilkan sejumlah enzim pencernaan yang berbeda dan juga mengeluarkan sejumlah besar ion bikarbonat, yang menetralisir asam lambung sehingga pH duodenum adalah sekitar pH 8. Hati adalah organ yang besar di perut bagian atas yang melakukan beberapa fungsi. Salah satu fungsinya adalah mensekresi empedu. Ketika empedu keluar dari hati, kemudian disimpan dalam kantung empedu sebelum dilepaskan ke duodenum. Ketika empedu dilepaskan dari kantung empedu tersebut. Ini membantu pencernaan mekanik dengan memecah gelembung-gelembung lemak yang besar menjadi partikel yang lebih kecil. Proses ini disebut emulsifikasi.

Sepanjang usus kecil, ditambahkan cairan berair sampai campuran mencapai usus besar. Usus besar terutama terlibat dalam penyerapan air yang telah ditambahkan ke dalam tabung makanan bersama dengan air liur, cairan lambung, empedu, pankreas sekresi, dan cairan usus. Usus besar juga rumah bagian berbagiamai macam bakteri. Kebanyakan hidup pada makanan yang tidak tercerna yang melalui usus kecil. Beberapa memberikan manfaat tambahan dengan memproduksi vitamin yang dapat diserap dari usus besar. Sebagian kecil jenis bakteri ini mungkin menyebabkan penyakit.

 

 

3. Penyakit dan Kelainan pada Sistem Pencernaan

Beberapa kelainan dan penyakit yang dapat terjadi pada alat-alat sistem pencernaan antara lain:

 

  1. Karies

Karies terjadi dalam  rongga mulut pada gigi yang tidak terawat. Karies terjadi karena adanya penumpukan sisa makanan pada gigi yang difermentasikan oleh bakteri dan menyebabkan lubang pada gigi.

  1. Parotitis

Penyakit gondong yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang kelenjar air ludah di bagian bawah telinga, akibatnya kelenjar ludah menjadi bengkak atau membesar.

  1. Xerostomia

Xerostomia adalah istilah bagian penyakit pada rongga mulut yang ditandai dengan rendahnya produksi air ludah. Kondisi mulut yang kering membuat makanan kurang tercerna dengan baik.

  1. Sariawan

Diawali dengan timbulnya luka kecil dalam rongga mulut. Bila tidak segera disembuhkan, sariawan dapat mengganggu pencernaan makanan di dalam mulut. Pencegahannya dilakukan dengan mengkonsumsi vitamin C dalam jumlah cukup.

  1. Maag

Gangguan ini dapat terjadi karena produksi asam lambung berlebih. Gejala dari gangguan ini, yaitu terasa mual dan perih pada lambung. Untuk menghindari gangguan tersebut, dapat dilakukan dengan pola makan yang teratur dan tepat waktu.

  1. Ulkus atau Radang Dinding Lambung

Yaitu gangguan pada lambung yang disebabkan oleh tingginya produksi asam lambung (HCl) dibandingkan makanan yang masuk.

  1. Kanker Lambung

Yaitu gejala-gejala permulasan dari kanker lambung hampir sama dengan gejala-gejalayang disebabkan gangguan lain pada alat pencernaan, antara lain merasa panas, kehilangnan napsu makan, ketidaksanggupan mencerna (salah cerna) berlangsung terus-menerus, sedikit rasa muak, rasa kembung dan rasa gelisah sesudah makan, dan kadang-kadang timbul rasa nyeri pada lambung.

  1. Appendiksitis

Gangguan ini disebut juga radang usus buntu. Gangguan ini terjadi pada umbai cacing atau apendiks. Umbai cacing mengalami peradangan akibat infeksi oleh bakteri.

  1. Diare

Diare adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri maupun protozoa pada usus besar. Karena infeksi tersebut, proses penyerapan air di usus besar terganggu, akibatnya feses menjadi encer.

  1. Konstipasi

Konstipasi atau sembelit terjadi akibat penyerapan air yang berlebihan pada sisa makanan di dalam usus besar. Akibatnya, feses menjadi sangat padat dan keras sehingga sulit dikeluarkan. Untuk mencegah sembelit dianjurkan untuk buang air besar teratur tiap hari dan banyak makan sayuran atau buah-buahan.

  1. Radang hati yang menular (Hepatitis)

Hepatitis biasanya terjadi karena virus , terutama salah satu dari kelima virus hepatitis, yaitu A, B, C, D, atau E. Hepatitis juga bisa terjadi karena infeksi virus lainnya, seperti mononukleosis infeksiosa, demam kuning atau infeksi sitomegalovirus. Penyebab hepatitis non-virus yang utama adalah alkohol atau obat-obatan.

  1. Hemaroid atau Wasir

Adalah pembengkakan vena didaerah anus. Hemaroid cenderung berkembang pada orang-orang yang terlalu lama duduk terus-menerus pada orang yang menderita sembelit. Hemaroid juga sering terjadi pada wanita hamil dan orang-orang yang terlalu gemuk. Gejala-gejala hemaroid meliputi gatal-gatal, nyeri, dan pendarahan.

 

Daftar Pustaka

Ray, Hamidie R. D., 2012. Sistem pencernaan makanan pada manusia. http://file.upi.edu/Direktori/FPOK/JUR._PEND._KESEHATAN_&_REKREASI/PRODI._KEPERAWATAN/197011022000121-HAMIDIE_RONALD_DANIEL_RAY/Bahan_Kuliah/sistem-pencernaan.pdf

Hewitt, Paul G, dkk.2007. Conceptual Integrated science.San Fransisco

Anonim. 2012. Gangguan Pada Sistem Pencernaan. http://www.artikelbiologi.com/2012/11/gangguan-pada-sistem-pencernaan.html

Anonim. 2012. Penyakit Dan Gangguan Pada Sistem Pencernaan. http://www.slideshare.net/iscaa/10-penyakit-dan-gangguan-pada-sistem-pencernaan

http://www.kesehatan123.com/3598/fungsi-enzim-dalam-tubuh-manusia/

Fried, H George , Hademenos, George J. 2005. Biologi Edisi Kedua. Jakarta : Erlangga

Karmana, Oman. 2004. Cerdas Belajar Biologi.Jakarta : PT Grafindo Media Pratama

 

One response to this post.

  1. terimaasih tete, kunjungi balik ya naufansapoetra.blogspot.com

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: